Mesin genset merupakan perangkat vital yang digunakan untuk memastikan ketersediaan listrik cadangan, baik untuk rumah, kantor, proyek, maupun industri skala besar. Karena peran pentingnya, setiap gangguan kecil pada mesin dapat menyebabkan dampak signifikan terhadap operasional. Oleh sebab itu, memahami jenis-jenis gangguan yang umum terjadi serta cara pencegahannya menjadi hal yang sangat penting. Berikut beberapa gangguan mesin genset yang sering muncul dan perlu Anda waspadai.
1. Gangguan pada Penggerak Awal Mesin Genset Diesel
Genset dengan penggerak awal mesin diesel biasanya dilengkapi dengan sistem pengaman khusus. Pengamanan ini diperlukan untuk mengantisipasi adanya tekanan balik yang dapat membahayakan kumparan stator. Jika komponen pengaman atau monitoring ini mengalami kerusakan, genset bisa mengalami daya balik yang berpotensi merusak sistem kelistrikan internal.
Untuk mencegah risiko tersebut, genset perlu dilengkapi relai daya balik (reverse power relay) dengan karakteristik tunda waktu terbalik. Perawatan berkala pada sistem starter dan komponen pengaman juga sangat dianjurkan, karena kerusakan kecil di bagian ini dapat menyebabkan gangguan besar pada performa genset.
2. Hilang Penguatan (Loss of Excitation)
Gangguan berupa hilangnya penguatan pada generator memang jarang terjadi, tetapi ketika muncul, efeknya sangat fatal. Loss of excitation menyebabkan generator kehilangan kemampuan menghasilkan tegangan secara stabil. Akibatnya, output listrik menjadi tidak konsisten dan dapat merusak peralatan yang terhubung.
Penyebab gangguan ini antara lain kerusakan pada rotor, kegagalan sistem AVR (Automatic Voltage Regulator), putusnya rangkaian eksitasi, atau korsleting pada bagian kumparan. Pemeriksaan rutin pada AVR dan sistem eksitasi menjadi langkah paling efektif untuk menghindarinya.
3. Gangguan Kelebihan Arus (Overcurrent)
Kelebihan arus dapat terjadi akibat hubungan singkat (short circuit) atau beban lebih (overload). Meskipun genset modern dirancang agar mampu menahan arus lebih dalam waktu singkat, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlangsung terlalu lama. Jika dibiarkan, kumparan generator dapat overheat dan mengalami kerusakan permanen.
Untuk itu, sangat disarankan memasang pengaman arus lebih seperti MCB, MCCB, atau relay proteksi yang dapat memutus arus secara otomatis sebelum kerusakan terjadi. Pastikan pula kapasitas genset sesuai kebutuhan dan tidak dipaksa bekerja di atas beban maksimumnya.
4. Gangguan Putaran Berlebih (Overspeed)
Putaran mesin yang berlebih biasanya terjadi ketika beban tiba-tiba turun drastis. Generator yang kehilangan beban mendadak memungkinkan putaran mesin meningkat melebihi batas normal. Meski sebagian besar genset telah dilengkapi perangkat penutup katup darurat untuk mengatasi kondisi ini, pengaman tambahan tetap diperlukan.
Pengguna disarankan memasang sistem proteksi overspeed yang memberikan sinyal trip pada pemutus tenaga ketika putaran melebihi batas aman. Hal ini mencegah kerusakan pada komponen internal seperti piston, crankshaft, hingga alternator.

Percayakan Perawatan Genset Anda pada Powerline
Agar genset selalu bekerja optimal dan terhindar dari gangguan-gangguan di atas, pastikan melakukan perawatan rutin dan menggunakan suku cadang yang tepat. Powerline Genset hadir sebagai solusi profesional untuk kebutuhan Anda—mulai dari penyediaan genset baru, jasa service genset dan perawatan berkala, hingga penjualan sparepart asli genset untuk berbagai merek dan kapasitas.
Dengan pengalaman dan teknisi yang kompeten, Powerline memastikan genset Anda tetap andal, aman, dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan.
