Istilah Umum Genset

Istilah-Istilah Umum Genset yang Perlu Kamu Ketahui

Saat hendak membeli genset (generator set), banyak orang langsung fokus pada harga dan kapasitas daya, padahal memahami istilah-istilah teknis genset sama pentingnya. Dengan memahami istilah dasar ini, kamu bisa memilih genset yang sesuai kebutuhan, lebih awet digunakan, dan terhindar dari kesalahan pembelian.

istilah pada mesin genset

Artikel ini merangkum dan merapikan berbagai istilah umum genset yang sering digunakan di dunia penjualan, teknisi, maupun pengguna awam, dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.

1. Mesin 2 Stroke vs Mesin 4 Stroke (2 Tak vs 4 Tak)

Mesin genset pada dasarnya bekerja mirip dengan mesin kendaraan bermotor. Dua jenis mesin yang paling sering ditemui adalah mesin 2 tak (2 stroke) dan mesin 4 tak (4 stroke).

Mesin 2 Tak

Mesin 2 tak adalah mesin yang menyelesaikan satu siklus pembakaran hanya dalam dua langkah piston. Pada genset kecil atau mesin lama, jenis ini masih bisa dijumpai.

Kelebihan mesin 2 tak:

  • Putaran mesin relatif lebih tinggi sehingga respons tenaga terasa cepat.
  • Struktur mesin lebih sederhana.
  • Oli samping berfungsi sebagai pelumas tambahan saat proses pembakaran.

Kekurangan mesin 2 tak:

  • Konsumsi bahan bakar relatif lebih boros.
  • Perawatan lebih sensitif, terutama pada sistem oli samping.
  • Jika oli samping habis atau terlambat diisi, mesin sangat mudah rusak.
  • Suara mesin cenderung lebih bising.
  • Emisi gas buang lebih tinggi dan kurang ramah lingkungan.

Mesin 4 Tak

Mesin 4 tak bekerja melalui empat langkah piston (hisap, kompresi, pembakaran, dan buang). Hampir seluruh genset modern saat ini menggunakan mesin 4 tak.

Kelebihan mesin 4 tak:

  • Lebih irit bahan bakar dibanding mesin 2 tak.
  • Suara mesin lebih halus dan stabil.
  • Hasil pembakaran lebih bersih dan tidak ngebul.
  • Perawatan lebih mudah dan jarang bermasalah.
  • Getaran mesin lebih minim sehingga nyaman digunakan.

Kekurangan mesin 4 tak:

  • Putaran mesin cenderung lebih stabil (tidak secepat 2 tak).
  • Struktur mesin lebih kompleks dibanding 2 tak.

Untuk kebutuhan genset rumah, kantor, maupun industri, mesin 4 tak jauh lebih direkomendasikan karena lebih awet dan efisien.

2. Listrik 1 Phase dan 3 Phase

Istilah phase sangat penting karena berhubungan langsung dengan sistem kelistrikan yang akan disuplai genset.

Listrik 1 Phase

Listrik 1 phase umumnya digunakan untuk rumah tinggal, toko kecil, dan kantor skala ringan. Tegangan standar adalah sekitar 220 volt.

Pada sistem 1 phase terdapat:

  • 1 kabel fase (Line / L)
  • 1 kabel netral (N)

Dalam praktik kelistrikan modern, istilah positif dan negatif sebenarnya kurang tepat digunakan untuk listrik AC. Yang benar adalah fase (line) dan netral, dengan tambahan kabel grounding (arde) untuk keamanan.

Listrik 3 Phase

Listrik 3 phase umumnya digunakan untuk industri, pabrik, gedung besar, dan mesin-mesin berat. Tegangan antar fase sekitar 380 volt.

Sistem ini terdiri dari:

  • 3 kabel fase (L1, L2, L3)
  • 1 kabel netral (N)
  • 1 kabel grounding (arde)

Keunggulan sistem 3 phase adalah suplai daya lebih stabil dan mampu menangani beban besar secara efisien.

3. Kawat Lilitan Generator

Di dalam alternator genset terdapat kawat lilitan yang berfungsi menghasilkan listrik. Umumnya terdapat dua jenis bahan kawat lilitan:

  • Tembaga
  • Aluminium

Kawat tembaga memiliki konduktivitas listrik lebih baik dibanding aluminium. Artinya, arus listrik lebih stabil, panas lebih rendah, dan usia pakai lebih panjang.

Sementara kawat aluminium biasanya digunakan untuk menekan biaya produksi, namun memiliki daya hantar lebih rendah dan lebih cepat panas. Untuk penggunaan jangka panjang, genset dengan lilitan tembaga lebih direkomendasikan.

4. Panel AMF dan ATS

Panel kontrol menjadi komponen penting terutama pada genset standby.

  • AMF (Automatic Main Failure) adalah sistem yang mendeteksi kegagalan listrik PLN dan memberi perintah genset untuk menyala secara otomatis.
  • ATS (Automatic Transfer Switch) berfungsi memindahkan sumber listrik dari PLN ke genset, dan sebaliknya, secara otomatis.

Kombinasi AMF/ATS sangat dibutuhkan pada gedung perkantoran, rumah sakit, hotel, dan fasilitas vital lainnya.

5. Cara Menyalakan Genset

Secara umum terdapat dua sistem starter pada genset:

  • Recoil starter (tarikan tali): biasanya digunakan pada genset kecil.
  • Electric starter: menggunakan kunci atau tombol start, lebih praktis dan umum pada genset di atas 3000 watt.

Pada genset kapasitas besar, electric starter hampir selalu menjadi standar karena kemudahan dan keamanannya.

6. Max Output dan Rated Output

Istilah ini sering menimbulkan kesalahpahaman saat membeli genset.

  • Max Output adalah daya maksimum yang dapat dikeluarkan genset dalam waktu singkat.
  • Rated Output adalah daya kerja normal yang bisa digunakan terus-menerus.

Saat membeli genset, yang harus dijadikan acuan adalah rated output, bukan max output.

Rumus sederhana konversi:

Watt = VA × faktor daya (umumnya 0,8)

Contoh:
Genset 7,5 kVA → 7.500 × 0,8 = ±6.000 watt

7. AVR (Automatic Voltage Regulator)

AVR berfungsi menjaga kestabilan tegangan listrik yang dihasilkan genset. Dengan adanya AVR:

  • Tegangan lebih stabil
  • Peralatan listrik lebih aman
  • Risiko kerusakan akibat lonjakan tegangan bisa diminimalkan

Genset tanpa AVR berisiko merusak peralatan elektronik sensitif.

8. Jenis Bahan Bakar Genset

Genset Bensin

  • Umumnya tersedia dari 500 watt hingga ±15.000 watt
  • Suara relatif lebih halus
  • Konsumsi bahan bakar lebih boros
  • Cocok untuk penggunaan ringan dan darurat

Genset Solar (Diesel)

  • Kapasitas mulai dari 3.000 watt hingga ribuan kVA
  • Lebih hemat bahan bakar
  • Torsi besar dan cocok untuk pemakaian jangka panjang
  • Suara mesin lebih kasar dibanding bensin

Genset Gas (BBG)

  • Efisiensi bahan bakar tinggi
  • Emisi lebih ramah lingkungan
  • Output maksimal biasanya lebih kecil
  • Lama kerja bergantung pada kapasitas tabung gas

9. Noise Level (Tingkat Kebisingan)

Noise level adalah tingkat kebisingan genset yang diukur dalam satuan desibel (dB). Semakin kecil angka dB, semakin senyap suara genset.

Untuk area pemukiman atau perkantoran, genset tipe silent lebih disarankan karena sudah dilengkapi canopy peredam suara.

Penutup: Pilih Genset dan Layanan yang Tepat

Memahami istilah-istilah genset akan sangat membantu dalam memilih produk yang sesuai kebutuhan dan anggaran. Selain spesifikasi teknis, pastikan juga memilih distributor dan penyedia layanan yang terpercaya.

Powerline hadir sebagai distributor dan penyedia solusi genset terpercaya, menyediakan berbagai pilihan genset diesel, panel AMF/ATS, spare part, serta layanan service genset profesional. Dengan teknisi berpengalaman dan produk berkualitas, Powerline siap membantu memastikan kebutuhan listrik cadangan Anda berjalan aman, stabil, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *