(Powerline Genset – Edukasi Kelistrikan)**
Kembali lagi bersama kami Powerline Genset, tempat Anda mendapatkan informasi seputar kelistrikan, genset, hingga tips keselamatan yang bermanfaat untuk aktivitas sehari-hari. Pada kesempatan kali ini, kami ingin membahas salah satu masalah yang sering dianggap sepele, tapi berpotensi menyebabkan bahaya besar: menumpuk stop kontak dalam satu soket. Praktik ini sering ditemui di rumah, kos, kantor, bahkan tempat usaha—padahal risikonya sangat tinggi jika tidak diperhatikan.
Banyak orang menganggap bahwa stop kontak hanya berfungsi sebagai tempat menancapkan berbagai peralatan listrik. Namun tanpa disadari, menggunakan satu soket untuk banyak perangkat sekaligus—seperti TV, kulkas, charger HP, dispenser, dan peralatan elektronik lainnya—dapat memicu kelebihan beban, korsleting, hingga kebakaran. Yuk, kita bahas lebih dalam apa saja bahaya yang dapat terjadi dan bagaimana cara mencegahnya.
1. Pastikan Perlengkapan Listrik Mengikuti Standar
Langkah pertama untuk mengurangi risiko bahaya adalah memastikan semua perlengkapan listrik yang digunakan sudah memiliki standar keamanan resmi. Stop kontak, kabel, hingga colokan tambahan wajib memiliki sertifikasi SNI ataupun standar dari Lembaga Masalah Kelistrikan (LMK).

Banyak yang belum tahu perbedaan SNI dan LMK.
- SNI merupakan standar produksi dan keselamatan yang harus dipenuhi oleh produsen.
- LMK adalah lembaga yang melakukan pengujian dan memastikan produk kelistrikan benar-benar aman digunakan.
Pada kabel standar, biasanya tertera informasi seperti kapasitas tegangan kerja dan luas penampang kabel. Informasi ini penting sebagai dasar mengetahui batas maksimal kemampuan kabel dalam menghantarkan arus. Semua standar tersebut termuat dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik).
Jika kabel yang digunakan tidak sesuai standar atau ukurannya terlalu kecil, maka arus akan dipaksa melewati jalur yang tidak mampu menahannya. Akibatnya kabel cepat panas dan berisiko terbakar.
2. Pahami Kapasitas Kabel dan Stop Kontak
Kabel soket standar yang banyak ditemukan di pasaran biasanya bertipe NYM 3 x 1,5 mm. Berdasarkan tabel KHA (Kemampuan Hantar Arus), kabel ini mampu melewatkan arus maksimum 19 Ampere pada tegangan 220 Volt.

Artinya, beban maksimal yang aman untuk satu soket adalah:
- 220 Volt x 19 Ampere = 4.180 VA, atau
- 220 Volt x 19 Ampere x faktor keamanan 0,8 = 3.344 Watt
Dengan perhitungan ini, kita bisa tahu bahwa kapasitas ideal satu soket adalah sekitar 3.300 Watt. Sayangnya, banyak orang menancapkan berbagai peralatan berdaya besar secara bersamaan tanpa menghitung total beban listriknya.
Contoh kesalahan umum:
- Kulkas (150–300W)
- Dispenser (350–500W)
- Microwave (800–1200W)
- Rice cooker (300–500W)
- Charger, TV, kipas, dll
Jika digabungkan dalam satu soket, total daya bisa jauh melebihi batas aman. Akibatnya kabel panas, isolasi meleleh, korsleting terjadi, dan memicu kebakaran.
Lebih parah lagi jika yang digunakan adalah stop kontak non-standar dengan luas penampang kabel lebih kecil. Kabel kecil berarti kapasitas hantar arus lebih kecil, sehingga lebih mudah panas dan terbakar.
3. Gunakan Stop Kontak Tambahan Secara Bijak
Jika Anda membutuhkan lebih banyak sumber colokan, jangan menumpuk steker di satu titik. Solusinya: gunakan stop kontak tambahan yang sudah bersertifikat SNI atau gunakan jalur listrik tambahan yang dipasang oleh teknisi profesional.
Keamanan adalah prioritas. Mencegah jauh lebih murah daripada menanggung kerugian akibat kebakaran.
Penutup – Powerline Genset
Demikian informasi edukatif dari Powerline Genset. Selain menyediakan berbagai pilihan mesin genset, jasa service, perawatan berkala, dan sparepart asli, kami juga berkomitmen memberikan edukasi kelistrikan agar masyarakat dapat menggunakan listrik dengan lebih aman dan efisien. Jika Anda membutuhkan genset berkualitas atau layanan teknisi profesional, Powerline Genset selalu siap membantu.
